Jumat, 27 Januari 2012

BUDAYA YANG MENDORONG KEMAJUAN DAN YANG MENYEBABKAN KEMISKINAN


1. BUDAYA SEBAGAI SARANA KEMAJUAN DAN SEBAGAI ANCAMAN  BAGI  MANUSIA

            Pada abad ke 19 Filfus Hegel membahas budaya sebagai keterasingan manusia dengan dirinya sendiri .Dalam berbudaya manusia tak menerima begitu saja apa yang di sediakan oleh alam,tetapi ia harus mengubahnya dan mengembangkan nya lebih lanjut.
Van Peursen berusaha menjelaskan hal yang tampak serba bertentangan itu.Ia berkata “Dengan mengembangkan alam,manusia memasukkan alam kedalam dirinya sendiri”.  
Rousseau mengajak manusia kembali pada alam(1750).karena alam merupakan sesuatu yang ideal yang harus semakin didekati dan dicapai oleh manusia.
Sehubungan dengan itu, Klages (1930) menulis, budaya merupakan bahaya bagi manusia sendiri. Klages juga menyimpulkan bahwa manusia memang tak dapat hidup tanpa budaya yang memuat ancaman bagi dirinya sendiri.
Kemudian, Freud dalam brosurnya berjudul Das Unbehagen in derkultur (derita di dalam budaya) menjelaskan bahwa budaya dapat bersifat neurotis. Dalam brosurnya yang lain juga menjelaskan, Die Zukunft einer illusion (masa depan suatu ilusi) ia menerangkan bahwa sumber budaya terdiri atas nafsu birahi (eros) dan kedaruratan situasi terdesak.
Freud menunjukkan bahwa segala usaha budaya manusia itu merugikan, karena menurut pandangannya yang vitalitas itu manusia adalah homo natura yang udah selayaknya mencari kebahagiaannya di dalam alam dunia dan berharap akan bertemu dengan Tuhan.
           
Budaya Membutuhkan Etika

                                    Menurut Calvin, didalam alam maupun budaya tersembunyilah bahaya, dalam menelaah alam dan buadya, manusia menemukan unsure dosa melihat di dalamnya. Dengan demikian seorang Calvinis yang mengenal dan menjalankan askese, tak menarik  diri di alam dunia. Calvin sendiri masih mengakui bahwa seni itu penting bagi kehidupan manusia, tetappi penangannya harus dilakukan dengan cara sederhana saja.
Hoenderdaal menyimpulkan bahwa budaya itu bagaimana pun merupakan bagian dari kehidupan manusia, baik sebagai hal yang berharga sehingga harus dikejarnya, maupun sebagai yang tak berharga sehigga harus dijauhi.
                                    Budaya manusia dapat menaklukan alam, tetapi budaya juga dapat merusak alam. Alam dan budaya merupakan dua kutub yang saling memerlukan dan memberi ruang kehidupan bagi manusia. Budaya yang meluas dan melintas seprti halnya yng terdapat pada ilmu, cenderung membahayakan manusia sendiri yang menciptakannya.
                        Untuk berkembangnya ruang hidup yang manusiawi tak dapat ditempuh dengan jalan yang mengagungkan budayawi saja ataupun yang alami saja. Kedua-duanya harus ditempuh bersama, yakni alam dan buadaya dimana budaya itu sendiri takboleh ditumbuhkan dengan teknik, tetapi harus di hayati dalam cakupan ilmu, etika dan seni.
Filosof perancis Albert Schweizer pernah mengatakan bahwa mengembangkan budaya tenpa etika pasti membawa kehancuran. Oleh sebab itu, dianjurkannya agar kita memperjuangkan mati-matian unsure etika didalam mendasari budaya etika.

2.      PRODUKTIVITAS

Kemajuan teknologi merupakan salah satu sisi untuk meningkatkan produktivitas, sisi yang lain adalah penambahan modal dan tenaga kerja. Artinya bila sejumlah modal atau tenaga kerja dilibatkan dalam proses suatu produksi, akan dihasilkan tambahan hasil produksi sejumlah tertentu.

Semakin banyak tenaga kerja yang dipergunakan, semakin meningkat pula produksi. Begitu juga sebaliknya sejumlah modal hanya dikerjakan oleh tenaga kerja di bawah batas yang diperlukan, sehingga modal itu belum berproduksi sesuai dengan kapasitasnya. Jadi, ada keterkaitan antara modal dan tenaga kerja sebagai factor-faktor produksi.

Produktivitas dapat dicapai apabila tiap factor produksi dapat berproduksi sesuai dengan kapasitasnya. Untuk menaikkan produktivitas barang modal adalah dengan mempergunakan teknologi modern, dan untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia adalah dengan pendidikan, latihan serta alih teknologi. Untuk itu pendidikan dan latihan yang berorientasi pada perwujudannya manusia mandiri sangat diperlukan.

3.      KEMISKINAN

Dengan kata lain kemiskinan merupakan ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pokok sehingga ia mengalami keresahan, kesengsaraan atau kemelaratan dalam setiap langkah hidupnya, pendapat ini dikemukakakn oleh Siswanto (1988).
Untuk mengatasi kemiskinan paling tidak harus dilihat dari konteks masalahnya. Kemiskinan timbul dari berbagai factor yang setiap faktornya memerlukan penanganan khusus.

A.    Terbatasnya Sumber Daya Alam (SDA)

SDA pada hakikatnya adala karunia Tuhan. SDA adalah semua benda yan gmerupakan hadiah alam, baik yang ada dipermukaan tanah atau yang tersimpan di dalamnya dipergunakan dalam proses produksi. Pengertian ini menurut Soelistiejoe (1984).

SDA bukanlah pilihan atau buatan manusia tetapi sudah tersedia dibumi. Dan manusia dapat mengambil mafaat darinya. SDA ini merupakan salah satu ukuran kekayaan suatu bangsa atau Negara. SDA masih memerlukan pengolahan yang baik. Pengolahan yang kurang, tidak dapat memberikan manfaat yang optimal, juga tidak dapat dilestarikan dan diwariskan pada generasi berikutnya.

SDA ini, ada yang dapat diperbarui seperti kekayaan hutan yang berupa flora dan fauna. Dan SDA yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, emas, nikel, baja, dll. Sehingga untuk kelestarian SDA ini perlu adanya konservasi atau aturan untuk mengolah SDA ini. Pengolahan yang baik akan memberikan kemakmuran, sedangkan kemakmuran adalah ukuran tingkat kesejahteraan suatu bangsa.
B.     Terbatasnya sumber Daya Manusia (SDM)

SDA tidak dengan sendirinya menjadi sediaan yang berlangsung bermanfaat untuk menutupi kebutuhan hidup manusia. Banyak SDA yang memerlukan pengolahan. SDA yang tidak pernah dijamah oleh manusia, selamanya tidak akan memberi mafaat. Kelangkaan SDM ini pada suatu daaerah atau Negara menyebabkan SDA alamnya tidak dapat dikelola dengan sempurna.

Didaerah atau Negara yang SDM-nya sedikit walaupum kaya sumber SDA ia tetap tidak menikmati SDA itu. Untuk mengelola SDA itu, diperlukan tenaga manusia maka dengan transmigrasi SDA itu dapat dikelola dan dapat memeberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
C.    Terbatasnya Barang Modal

Terbatasnya barang modal menyebabkan suatu bangsa tidak dapat berbuat banyak. Karena barang modal merupakan alat untuk mengelola kekayaan yang dimiliki. Barang modal sebagai factor produksi harus ada di samping SDA dan SDM. Hilangnya salah satu dari ketiga komponen itu menyebabkan tidak berjalannya produksi.

D.    Rendahnya Produktivitas

Kemiskinaan suatu Negara dapat disebabkan oleh rendahnya produktivitas SDM dan barang modal. SDM yang dimilikinya tidak mampu berbuat untuk mengejar ketinggalan dari Negara maju, karena memang produktivitasnya sangat rendah. Agar SDA itu tidak musnah seperti bahan tambanag yang tidak dapat diperbaharui, penggunaannya diatur pada batas-batas tertentu agar tidak habis dalam waktu yang relatif singakat. Penebang yang berpindah-pindah yang menebangi hutan sangat merugikan dari segi konservasi lahan karena dapat menyebabkan erosi, banjir, harus ditekan dengan memukimkan mereka pada tempat yang tetap.

Binatang atau tumbuhan yang sudah mulai langkah di upayakan untuk dikonservasikan di cagar alam atau suaka alam. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memelihara kelestarian spesies dan gen yang pada masa mendatang sangat diperlukan. Disamping itu, kemajuan bioteknologi tumbuh-tmbuhan maupun binatang diharapkan dapat menyumbangkan gen-gennya bagi keperluan rekayasa genetika.

 E.     Rendahnya Pendidikan

Seringkali kesejahteraan suatu bangsa di ukur dengan tingkat pendidikan rakyatnya.di Negara maju tingkat pendidikan rakyatnya cukup tinggi,sebaliknya dinegara miskin tingkat pendidikannya sangat rendah.usaha untuk meningkatkan keterampilandan kecakapan rakyatnya terbentur dengan belum tersedianya sarana dan dana.sebaliknya kalau tidak diusahakan melalui pendidikan,tidak akan pernah tersedia tenaga –tenaga terampildan berkemampuan untuk menggerakkan bangsa dan negara nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories