Jumat, 20 Januari 2012

LANGKAH-LANGKAH, KEGIATAN, DAN ISI PENGAWASAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


A.   Menyusun Program Pengawasan Sekolah
1.   Menyusun program tahunan pengawasan sekolah bidang bimbingan dan konseling, tingkat kabupaten/kotamadya.
2.   Menyusun progam caturwulan pengawasan sekolah yang menjadi tanggung jawab pengawas sekolah, meliputi cawu I, II dan III.

B.   Mengumpulkan Data dan Menilai Hasil Bimbingan dan Kemampuan Guru
1.   Menilai hasil bimbingan dan konseling
a.    Menyusun format/instrument penilaian,
b.   Melaksanakan penilaian dengan format/instrument yang telah disusun, pengolahan, dan analisis data hasil bimbingan.

2.   Menilai kemampuan guru
a.    Menyusun format/instrument kemampuan guru pembimbing yang mencakup materi:
1)   Pemahaman tentang ketentuan perundangan mengenai kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah;
2)   Pemahaman tentang pengawasan bimbingan dan konseling, mencakup pengertian, tujuan, fungsi, prinsip, dan asas-asas bimbingan dan konseling;
3)   Pemahaman dan keterampilan dalam menilai hasil-hasil kegiatan bimbingan dan konseling;
4)   Kehadiran dan kegiatan sehari-hari;
5)   Dan sebagainya.
b.   Melaksanakan penilaian, pengolahan, dan analisis data hasil penilaian kemampuan guru.

3.   Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses bimbingan dan lingkungan sekolah
a.    Data sumber daya pendidikan
1.   Mengumpulkan dan mengolah data tentang personel bimbingan dan konseling, meliputi hal berikut:
a.    Jumlah guru pembimbing atau guru kelas
b.   Penugasan guru pembimbing atau guru kelas
c.    Keadaan guru pembimbing/guru kelas dan angka kreditnya
d.   Kegiatan pengembangan guru pembimbing (guru kelas)
e.    Kinerja guru pembimbing (guru kelas)
2.   Mengumpulkan dan mengolah data tentang pengelolaan dan administrasi kegiatan bimbingan dan konseling
a.    Peranan coordinator bimbingan dan konseling.
b.   Peranan guru pembimbing atau guru kelas.
c.    Peranan personel sekolah lainnya dalam kegiatan bimbingan dan konseling.
b.   Data fasilitas bimbingan
1.   Mengumpulkan dan mengolah data tentang ruangan bimbingan dan konseling.
a.    Ruang bimbingan dan konseling secara menyeluruh.
b.   Ruang kerja masing-masing guru pembimbing.
c.    Ruang pelayanan khusus, seperti: ruang untuk konseling perorangan.
2.   Mengumpulkan dan mengolah data tentang perlengkapan kegiatan administrasi bimbingan dan konseling.
a.    Himpunan data.
b.   Instrumentasi bimbingan dan konseling.
c.    Kelengkapan kantor/kerja.
d.   Kelengkapan elektronik.
e.    Kelengkapan tertulis.
3.   Mengumpulkan dan mengelola data tentang pelaksanaan dan administrasi kegiatan bimbingan dan konseling.
a.    Kegiatan bimbingan dan konseling tersebar ke dalam empat bidang bimbingan: pribadi, sosial, belajar, dan karier.
b.   Satuan layanan (Satlan) bimbingan dan konseling, disertai bukti fisik.
c.    Satuan kegiatan pendukung (Satkung) bimbingan dan konseling, disertai bukti fisiknya.
d.   Laporan pelaksanaan layanan dan kegiatan pendukung, disertai bukti fisik.
c.    Data lingkungan sekolah
1.   Berbagai kondisi yang menunjang dan menghambat proses pendidikan pada umumnya dan bimbingan dan konseling pada khususnya.
2.   Kondisi siswa.
3.   Kondisi lingkungan yang lebih luas.

C.   Menganalisis Hasil Penilaian
1.   Ada dua jenis analisis, yaitu analisis sederhana dan analisis komprehensif.
a.    Analisis sederhana dilakukan terhadap hasil-hasil bimbingan, guru pembimbing, dan sumber daya pendidikan dengan memperhitungkan dan memperbandingkan, dan menarik kesimpulan terhadap factor-faktor yang mempunyai kecenderungan mempengaruhi keberhasilan proses bimbingan di sekolah.
b.   Analisis komprehensif dipergunakan pendekatan kuantitatif yang lebih kompleks (lanjut) atau pendekatan kualitatif.
2.   Ruang lingkup analisis
a.    Kegiatan atau kinerja guru pembimbing.
b.   Hasil-hasil bimbingan siswa.
c.    Penampilan guru pembimbing sehari-hari.

D.  Melaksanakan Pembinaan Guru dan Tenaga Lainnya
1.   Melaksanakan pembinaan kepada guru, meliputi kegiatan berikut.
a.    Memberikan arahan dan bimbingan tentang proses bimbingan dan konseling.
b.   Memberikan contoh tentang proses bimbingan dan konseling.
c.    Memberikan saran kepada pemimpin instansi-instansi terkait dengan peningkatan kemampuan guru.
d.   Membina pelaksanaan dan pemeliharaan lingkungan sekolah.

E.   Menyusun Laporan dan Evaluasi Hasil Pengawasan
1.   Menyusun laporan hasil pengawasan sekolah bidang bimbingan dan konseling per sekolah, per cawu, yang mencakup materi hasil penilaian hasil bimbingan dan kemampuan guru pembimbing.
2.   Melaksanakan evaluasi hasil pengawasan BK seluruh sekolah yang menjadi tanggung jawab pengawas sekolah, per cawu, yang mencakup seluruh materi pengawasan BK.

F.   Melaksanakan Peranan yang Lebih Luas
1.   Di luar bidang BK, pengawas sekolah bidang BK juga dikehendaki mencurahkan perhatian kepada pengembangan sekolah yang lebih luas, yaitu melaksanakan pembinaan lainnya di sekolah selain proses belajar mengajar atau BK.
2.   Pengawas sekolah yang berwewenang dapat diberi tugas oleh coordinator pengawas untuk melaksanakan evaluasi hasil pengawasan seluruh sekolah yang ada di lingkungan kabupaten/kotamadya.



G.  Melaksanakan Tugas di Daerah Terpencil
Daerah tempat guru bekerja, terutama di daerah terpencil diperhitungkan tersendiri dalam pemberian angka kreditnya.
1.   Kriteria daerah terpencil ditetapkan oleh kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat I/ Provinsi.
2.   Kegiatan guru pembimbing/guru kelas dalam bidang bimbingan dan konseling untuk siswa-siswa yang menjadi tanggung jawabnya di daerah terpencil pada dasarnya sama dengan rincian langkah yang telah diuraikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories