Dikalangan mayarakat manusia yang berbudaya masyarakat modern,
sistem dan metode pendidikan yang digunakan setaraf dengan kebutuhan atau
tuntutan aspirasinya. Sistem dan metode tersebut diorientasikan kepada
efektivitas dan efesiensi. Pada masyarakat primitive mempergunakan sistem dan
cara sederhana sesuai dengan tingkat pengetahuan mereka. Sistem mereka menitik
beratkan pada pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari, tanpa antisipasi
orientasi ke masa depan dan tanpa memikirkan efektivitas dan efesiensi.
Sedangkan pada masyarakat yang telah menduduki tingkat hidup post-industrial, seperti masyarakat di
beberapa Negara Barat atau di Negara Timur seperti Jepang. Proses pendidikan
mereka dilaksanakan dalam sistem organisasi kelembagaan yang dikelola secara
efektif dan efesien kearah tujuan yang ditetapkan. Orientasinya diarahkan
kepada pengembangan ilmu dan teknologi canggih.
Islam sebagai agama wahyu, menuntut umat manusia yang berakal
sehat walafiat untuk berusaha keras mendapatkan kesehteraan hidup di dunia dan
kebahagiaan di akhirat sesuai dengan petunjuk wahyu Tuhan. Agama islam yang
ajarannya berorientasi kepada kesejahteraan duniawi-ukhrawi sebagai
kesinambungan tujuan hidup manusia, meletakkan iman dan takwa kepada Allah SWT
sebagai landasan kehidupan umat manusia.
Salah satu sarana yang efektif untuk membina dan mengembangkan
manusia dalam masyarakat adalah pendidikan yang teratur, berdaya guna dan
berhasil guna. Pendidikan islam di negeri kita perlu diorganisasikan atau
dikelola secara rapi, efektif, dan efesien melalui sistem dan metode yang
tepat.
Manusia yang memiliki ciri-ciri watak dan kemampuan sebagai
berikut:
1)
Beriman dan
bertakwa kepada Tuhan YME.
2)
Berbudi
pekerti luhur.
3)
Berkepribadian,
berdisiplin, bekerja keras, dan tangguh.
4)
Bertanggung
jawab, mandiri, cerdas, dan terampil.
5)
Sehat jasmani
dan rohani.
6)
Memiliki rasa
cinta tanah air yang mendalam.
7)
Memiliki rasa
dan semangat kebangsaan serta kesetiakawanan sosial.
8)
Memiliki rasa
percaya diri sendiri.
9)
Memiliki
sikap dan perilaku inovatif dan kreatif.
10)Memiliki kemampuan untuk membangun dirinya sendiri dan
bersama-sama bertanggung jawab membangun masyarakat dan bangsa.
Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan
martabat manusia dan berlangsung sepanjang hayat, dilaksanakan di lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama
antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pendidikan dalam proses mencapai
tujuannya perlu dikelola dalam suatu sistem terpadu dan serasi, baik antar
sector pendidikan dan sector pembangunan lainnya; antar daerah dan antar
berbagai jenjang dan jenisnya.
A.
Sistem dan Metode Pendidikan Islam yang seharusnya
Sistem adalah
suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponen yang masing-masing
bekerja sendiri dalam fungsinya yang berkaitan dengan fungsi dari komponen
lainnya yang secara terpadu bergerak menuju ke arah satu tujuan yang telah
ditetapkan. Faktor atau unsur yang disitematisasikan adalah proses kegiatan
kependidikan dalam upaya mencapai tujuannya. Pendidikan merupakan usaha sadar
untuk menyiapkan peserta didik melalui proses kegiatan bimbingan, pengajaran
dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Dengan
demikian, orientasi program pendidikan adalah kehidupan masa datang sesuai
dengan anjuran Nabi Muhammad saw.:
“ Didiklah (ajarkanlah) anak-anak kalian
tentang hal-hal yang berlainan dengan hal-hal yang kalian ajar, karena mereka
dilahirkan atau diciptakan bagi generasi zaman yang bukan generasi zaman
kalian”.
Antara
materi, metode, dan tujuan pendidikan harus saling berkaitan dan
mengembangkan sehingga benar-benar
efektif (tepat guna) dan efesien (berhasil guna). Sehingga konsisten dan relevan
dengan tujuan akhir pendidikan islam yang hendak dicapai. Metode yang dapat
digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup umat islam khususnya di Indonesia,
adalah metode-metode yang digali dari sumber-sumber pokok ajaran islam sendiri
serta metode-metode yang baru muncul akhir-akhir ini di dalam dunia pendidikan
yang tidak menghilangkan faktor keimanan dan nilai moralitas islami.
Masa depan
manusia adalah masa depan kehidupan Tekno, Bio dan Sosio, dimana umat manusia
berada dalam tahap kehidupan yang banyak diberi kemudahan-kemudahan iptek yang
canggih, disamping itu kehidupan masa depan juga terkena dampak-dampak negative
dari kemajuan iptek yang pada dasarnya lebih mengandalkan rasio (akal dan
kecerdasan otak) daripada nilai-nilai moral dan spiritual.
Pendidikan
secara metodologis merupakan serangkaian proses berdasarkan kaidah-kaidah
teknologis yang pertama-tama dideteksi inputnya lebih dahulu,; apakah sesuai
dengan produk yang hendak dicapai, kemudian disiapkan seperangkat instrument
untuk memproses input tersebut, seefektif mungkin, dan terakhir adalah produk
kependidikan yang diharapkan bermutu sesuai yang direncanakan.
Pendidikan islam harus
dilaksanakan oleh para pendidik yang professional karena memang sejalan dengan
sabda Rasulullah s.a.w. sebagai berikut:
ﺍﺬ ﺍ ﻮ ﺴﺪ ﺍﻻ ﻤﺮ ﺍﻠﻰﻏﻴﺮﺍ ﻫﻠﻪ ﻓﺎ ﻨﺘﻈﺮﺍ ﻠﺴﺎﻋﺔ
“Jika suatu urusan diserahkan
kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah akan saat kehancurannya”
(na’udzu billahi min dzalik).
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar