Senin, 20 Februari 2012

PEMBAHASAN SISTEM DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP UMAT ISLAM INDONESIA


Dikalangan mayarakat manusia yang berbudaya masyarakat modern, sistem dan metode pendidikan yang digunakan setaraf dengan kebutuhan atau tuntutan aspirasinya. Sistem dan metode tersebut diorientasikan kepada efektivitas dan efesiensi. Pada masyarakat primitive mempergunakan sistem dan cara sederhana sesuai dengan tingkat pengetahuan mereka. Sistem mereka menitik beratkan pada pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari, tanpa antisipasi orientasi ke masa depan dan tanpa memikirkan efektivitas dan efesiensi.
Sedangkan pada masyarakat yang telah menduduki tingkat hidup post-industrial, seperti masyarakat di beberapa Negara Barat atau di Negara Timur seperti Jepang. Proses pendidikan mereka dilaksanakan dalam sistem organisasi kelembagaan yang dikelola secara efektif dan efesien kearah tujuan yang ditetapkan. Orientasinya diarahkan kepada pengembangan ilmu dan teknologi canggih.
Islam sebagai agama wahyu, menuntut umat manusia yang berakal sehat walafiat untuk berusaha keras mendapatkan kesehteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat sesuai dengan petunjuk wahyu Tuhan. Agama islam yang ajarannya berorientasi kepada kesejahteraan duniawi-ukhrawi sebagai kesinambungan tujuan hidup manusia, meletakkan iman dan takwa kepada Allah SWT sebagai landasan kehidupan umat manusia.
Salah satu sarana yang efektif untuk membina dan mengembangkan manusia dalam masyarakat adalah pendidikan yang teratur, berdaya guna dan berhasil guna. Pendidikan islam di negeri kita perlu diorganisasikan atau dikelola secara rapi, efektif, dan efesien melalui sistem dan metode yang tepat.
Manusia yang memiliki ciri-ciri watak dan kemampuan sebagai berikut:
1)     Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
2)     Berbudi pekerti luhur.
3)     Berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, dan tangguh.
4)     Bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil.
5)     Sehat jasmani dan rohani.
6)     Memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam.
7)     Memiliki rasa dan semangat kebangsaan serta kesetiakawanan sosial.
8)     Memiliki rasa percaya diri sendiri.
9)     Memiliki sikap dan perilaku inovatif dan kreatif.
10)Memiliki kemampuan untuk membangun dirinya sendiri dan bersama-sama bertanggung jawab membangun masyarakat dan bangsa.
Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia dan berlangsung sepanjang hayat, dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pendidikan dalam proses mencapai tujuannya perlu dikelola dalam suatu sistem terpadu dan serasi, baik antar sector pendidikan dan sector pembangunan lainnya; antar daerah dan antar berbagai jenjang dan jenisnya.

A.    Sistem dan Metode Pendidikan Islam yang seharusnya
Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponen yang masing-masing bekerja sendiri dalam fungsinya yang berkaitan dengan fungsi dari komponen lainnya yang secara terpadu bergerak menuju ke arah satu tujuan yang telah ditetapkan. Faktor atau unsur yang disitematisasikan adalah proses kegiatan kependidikan dalam upaya mencapai tujuannya. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui proses kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Dengan demikian, orientasi program pendidikan adalah kehidupan masa datang sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad saw.:
“ Didiklah (ajarkanlah) anak-anak kalian tentang hal-hal yang berlainan dengan hal-hal yang kalian ajar, karena mereka dilahirkan atau diciptakan bagi generasi zaman yang bukan generasi zaman kalian”.
Antara materi, metode, dan tujuan pendidikan harus saling berkaitan dan mengembangkan  sehingga benar-benar efektif (tepat guna) dan efesien (berhasil guna). Sehingga konsisten dan relevan dengan tujuan akhir pendidikan islam yang hendak dicapai. Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup umat islam khususnya di Indonesia, adalah metode-metode yang digali dari sumber-sumber pokok ajaran islam sendiri serta metode-metode yang baru muncul akhir-akhir ini di dalam dunia pendidikan yang tidak menghilangkan faktor keimanan dan nilai moralitas islami.
Masa depan manusia adalah masa depan kehidupan Tekno, Bio dan Sosio, dimana umat manusia berada dalam tahap kehidupan yang banyak diberi kemudahan-kemudahan iptek yang canggih, disamping itu kehidupan masa depan juga terkena dampak-dampak negative dari kemajuan iptek yang pada dasarnya lebih mengandalkan rasio (akal dan kecerdasan otak) daripada nilai-nilai moral dan spiritual.
Pendidikan secara metodologis merupakan serangkaian proses berdasarkan kaidah-kaidah teknologis yang pertama-tama dideteksi inputnya lebih dahulu,; apakah sesuai dengan produk yang hendak dicapai, kemudian disiapkan seperangkat instrument untuk memproses input tersebut, seefektif mungkin, dan terakhir adalah produk kependidikan yang diharapkan bermutu sesuai yang direncanakan.
Pendidikan islam harus dilaksanakan oleh para pendidik yang professional karena memang sejalan dengan sabda Rasulullah s.a.w. sebagai berikut:

ﺍﺬ ﺍ ﻮ ﺴﺪ ﺍﻻ ﻤﺮ ﺍﻠﻰﻏﻴﺮﺍ ﻫﻠﻪ ﻓﺎ ﻨﺘﻈﺮﺍ ﻠﺴﺎﻋﺔ
“Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah akan saat kehancurannya” (na’udzu billahi min dzalik).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories