Sabtu, 25 Februari 2012

Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains Dan Tekhnologi



A.   SAINS DAN TEKNOLOGI
1.   ILMU
Secara fenomenal ilmu dapat di pandang sebagai produk, proses dan paradigma etika sikap atau nilai. Sebagai produk, ilmu adalah semua pengetahuan yang telah diketahui dan disepakati oleh sebagian besar masyarakat ilmiah.
Sebagai proses, ilmu adalah kegiatan sosial untuk memahami alam dengan paradigma etika.
    Sebagai Paradigma Etika
Menurut Marton Berpegang pada 4 kaidah ilmiah yaitu:
1.      Universalisme            : ilmu tidak tergantung pada perbedaan ras, warna kulit
  dan keyakinan.
2.      Komunisme                : ilmu merupakan milik umum.
3.      Disinterestedness      : tidak memihak, melainkan apa adanya.
4.      Skeptisisme                : tidak begitu saja menerima kebenaran sebelum bukti
  Empiris.

2.   TEKNOLOGI
Berasal dari kata Yunani Techno artinya keterampilan atau seni. Dan kata inilah diturunkan kata teknik dan teknologi.
Teknik artinya cara atau metode untuk memperoleh keterampilan dalam bidang tertentu. Sedangkan teknologi memiliki banyak arti:
1)     Penerapan ilmu untuk petunjuk praktis.
2)     Cabang ilmu tentang penerapan tersebut dalam praktek adan industry.
3)     Kumpulan cara untuk memenuhi objek materi dari kebudayaan.
Kesimpulannya teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.
    Ciri-Ciri Teknologi
1)     Tenologi tidak bergerak dalam suatu bidang saja.
2)     Tenologi merupakan landasan dasar bagi perkembangan industry modern dan juga sebagai mata tombak kekuatan ekonomi.

    Tujuan Teknologi
Memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi manusia. Dari tujuan ini dapat diartikan bahwa tenologi sebagai cara untuk menguasai, mengendalikan serta memanfaatkan alam.

    Hubungan Ilmu dan Teknologi
“Ilmu tanpa teknologi adalah steril dan teknologi tanpa ilmu adalah statis.” “Ilmu tanpa tenologi tidak berkembang dan teknologi tanpa ilmu tidak berakar.”

B.   HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA SAINS DAN TENOLOGI
Hubungan sains dan teknologi mengalami perkembangan dai abad ke abad. Pada tahap awal, teknologi dapat dilakukan dengan menggunakan keterampilan yang dikumpulkan dari pengalaman, ditahap ini teknologi dapat berdiri sendiri, lepas dari sains dan ini berlangsung menjelang zaman revolusi industry. (pertanian, kedokteran).
Dalam fase ini perkembangan teknologi tidak bergantung pada sains. Pada fase ini telah dikenal pembuatan jalan raya, pembuatan kapal, cara bercocok tanam, pembbuatan tape dan sebagainya. Yang dilakukan dengan baik, tanpa mengetahui dasar teorinya. Perkembangan dalam tahap ini telah menghasilkan revolusi dalam bidang pertanian, industry, dan kedokteran.
Tahap berikutnya perkembangan sains mendahului teknologi. Misal, penggambaran sifat mesin secara termodinamika telah dilakukan oleh Slasius dan Kelvin, ±75 tahun setelah penemuan mesin uap oleh James Watt. Juga pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam teknologi komunikasi.
Ini disebabkan oleh kemajuan teknologi menghasilkan permasalahan yang pemecahannya memerlukan pendekatan ilmiah atau metode ilmiah yang merupakan salah satu cirri dari sains. Dengan kata lain, sains mendorong berkembangnya teknologi.
Konsep sains yang bersifat klasik mempelajari materi dengan ukuran besar (makro). Sedangkan konsep sains modern mempelajari materi menggunakan teori kuantum dengan ukuran mikro (kecil) seperti teori atom, ikatan kimia dan sebagainya.
Jadi ilmu pengetahuan memungkinkan manusia mengembangkan teknologi. Tanpa ilmu tak mungkin teknologi dapat berkembang, sebab teknologi merupakan penerapan dari ilmu. Tanpa mengetahui berbagai teori mekanik, termodinamika, elektro magnetika dan sebagainya. Kita tak mungkin dapat membuat mobil.
1.   Konsep Sains Modern
Menjelang permulaan abad ke- 20 terjadi perkembangan fundamental dan sains modern yaitu dengan masuknya perumusan mikroskopit dalam sains. Seperti teori kuantum, model atom, dan molekul.

2.   Teknologi Material
Perkembangan teknologi dalam abad ke- 20 didorong oleh perkembangan ilmu material yang diikuti oleh berbagai disiplin dalam sains.
Tiga jenis material yang melandasi perkembangan teknologi modern yaitu:
a.      Bahan-bahan polimer (plastic).
b.      Bahan-bahan campuran atau paduan logam atau alloys.
c.       Bahan-bahan listrik-magnet seperti semi konduktor, yang melandasi electron renik (mikro electronics).
Landasan jenis material itu mendukung berbagai jenis teknologi structural, energy, transportasi, computer dan teknologi komunikasi.
C.   BEBERAPA KONSEP TEKNOLOGI
1.   Pengambilan Keputusan
Contoh: pada transportasi.
1)     Model
2)     Criteria (persyaratan/tujuan)
3)     Pembatas (constrains)
4)     Optimari

2.   Sistem
Sistem merupakan suatu objek atau peristiwa yang terdiri atas rangkaian bagian yang merupakan suatu kesatuan dan saling berinteraksi secara fungsional dan memproses suatu masukan menjadi keluaran.
Ada 4 hal yang diperlukan untuk mengetahui apakah suatu benda/peristiwa adalah suatu sistem yaitu:
1)     Dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
2)     Setiap bagian (komponen) memiliki fungsi tersendiri.
3)     Seluruh bagian melakukan fungsi bersama-sama.
4)     Fungsi bersama yang dilakukan mempunyai tujuan tertentu.

3.   Umpan Balik
Untuk berlangsungnya kerja suatu sistem dan pengaturan keluaran, diperlukan terlaksananya control yang mencakup monitoring dan koreksi (umpan balik). Dengan cara ini diketahui fungsi yang telah berjalan baik/fungsi yang belum berjalan baik.

D.   KEMAJUAN TEKNOLOGI
Beberapa contoh percepatan kemajuan teknologi yaitu:
a.      Percepatan dari kecepatan manusia.
b.      Penemuan yang semakin efisien dengan mencari prinsip-prinsip dasar (tidak menggunakan semua kombinasi yang ada). Dengan menggunakan sarana yang berupa alat ukur yang semakin baik, diikuti dengan bantuan logika, matematika, statistika, maka eksperimental dapat dikembangkan secara sistematis. Contoh: pembuatan obat-obatan.
c.       Eleman yang dikombinasikan semakin bertambah.

Dengan memperlihatkan prinsip kombinasi dari setiap penemuan ini, kecepata kemajuan teknologi bergantung pada 5 faktor yaitu:
1.      Elemen-elemen yang dikombinasikan menjadipenemuan baru, selalu bertambah banyak dan semakin cepat, karena setiap penemuan melahirkan penemuan lainnya.
2.      Penemuan-penemuan dapat tersimpan rapi dan tersebar secara cepat dan luas dengan adanya komunikasi yang lancar.
3.      Elemen-elemen yang dapat dikombinasikan tidak saja  semakin banyak, tetapi juga semakin meningkat kemampuannya.
4.      Kemampuan untuk memilih elemen-elemen, yang akan dikombinasikan menjadi semakin efisien dan efektif, sejalan dengan bertambah ilmiahnya metode penemuan. Dengan kata lain, tidak semua kombinasi elemen lama dilakukan dalam praktek.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories