Senin, 20 Februari 2012

Sistem Dan Metode Pendidikan Islam Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Umat Islam Indonesia



1.    Pendidikan bagi umat manusia adalah merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup dalam segala bidang, sehinga dalam sepanjang sejarah hidup umat manusia di muka bumi ini, hampir tak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitasnya, sekalipun dalam kelompok masyarakat primitive sekalipun.
2.    Islam sebagai agama wahyu umat manusia yang berakal sehat wal’afiat untuk berusaha keras mendapatkan kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat sesuai dengan petunjuk wahyu Tuhan.
Agama islam yang ajarannya berorientasi kepada kesejarahteraan duniawi-ukhrawi sebagai kesinambungan tujuan hidup manusia, meletakkan iman dan takwa kepada Allah SWT sebagai landasan kehidupan manusia dalam perjuangannya menuju cita-cita hidup tersebut.
Amat dinamis makna firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa (umat) sehingga mereka berusaha keras untuk merubah nasibnya sendiri. Disamping itu, Allah memerintahkan untuk berusaha keras mencari kebahagiaan hidup di kampung akhirat, namun tidak melupakan nasib hidupnya di dunia.
Salah satu sarana yang efektif untuk membina dan mengembangkan manusia dalam masyarakat adalah pendidikan yang teratur rapi, berdaya-guna dan berhasil-guna, maka pendidikan islam di negeri kita pun perlu di oganisasikan atau dikelola secara rapi, efektif dan efisien melalui sistem dan metode yang tepat guna dan berhasil guna pula. Kata Sayyidina Ali: suatu perkara yang hak (benar) yang tidak diorganisasikan dengan baik, akan dapat dikalahkan oleh perkara yang batil yang terorganisasikan dengan baik.
3.    Sejalan dengan pola pikir tersebut diatas, GBHN terutama TAP/MPR/II/1988, telah menetapkan bahwa manusia Indonesia harus dibangun menjadi manusia yang berkualitas tinggi melalui berbagai bidang pembangunan yang salah satu sectornya adalah pendidikan.
Dalam GBHN tersebut ditetapkan bahwa pembangunan nasional adalah berdasarkan pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yaitu manusia yang memiliki cirri-ciri watak dan kemampuan sebagai berikut:
1)    Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
2)    Berbudi pekerti luhur.
3)    Berkepribadian, berdisiplin dan bekerja keras dan tangguh.
4)    Bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil.
5)    Sehat jasmani dan rohani.
6)    Memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam.
7)    Memiliki rasa dan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial.
8)    Memiliki rasa percaya diri sendiri.
9)    Memiliki sifat dan perilaku inovatif dan kreatif.
10) Memiliki kemampuan untuk membangun dirinya sendiri dan bersama-sama bertanggung jawab membangun masyarakat dan bangsa.
Pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan  harkat dan martabat manusia, dan berlangsung sepanjang hayat, yang dilaksanakan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pendidikan dalam proses mencapai tujuannya perlu dikelola dalam suatu sistem terpadu dan serasi baik antar sector pendidikan dan sector pembangunan lainnya; antar daerah dan antar berbagai jenjang dan jenisnya.

A.  Sistem dan Metode Pendidikan Islam yang Seharusnya
a.    Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponen yang masing-masing bekerja sendiri dalam fungsinya yang berkaitan dengan fungsi dari komponen lainnya yang secara terpadu bergerak menuju ke arah satu tujuan yang telah ditetapkan.
b.    Faktor atau unsure yang disitematisasikan adalah proses kegiatan kependidikan dalam upaya mencapai tujuannya. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui proses kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Program pendidikan/pengajaran (kurikulum) metode dan tujuan merupakan komponen dari sistem pendidikan islam dilihat dari segi operasional kependidikan islam. Pengelolaan dan perancanaan kurikulum yang dinamis dalam sistem pendidikan islam, adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai materi atau isi dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar pada suatu jenjang pendidikan formal atau non-formal. Orientasi kurikulum tersebut ditujukan kepada tuntutan kemajuan hidup umat manusia masa depan di mana keseimbangan dan keselarasan menjadi sentralnya pola kehidupan ideal.
Masa depan manusia adalah masa depan kehidupan Tekno, Bio dan Sosio, dimana umat manusia berada dalam tahap kehidupan yang banyak diberi kemudahan-kemudahan iptek yang canggih, disamping itu kehidupan masa depan juga terkena dampak-dampak negative dari kemajuan iptek yang pada dasarnya lebih mengandalkan rasio (akal dan kecerdasan otak) daripada nilai-nilai moral.
Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup umat islam khususnya di Indonesia, adalah metode-metode yang digali dari sumber-sumber pokok ajaran islam sendiri serta metode-metode yang baru muncul akhir-akhir ini di dalam dunia pendidikan yang tidak menghilangkan faktor keimanan dan nilai moralitas islami, seperti metode yang berdasarkan pendekatan ilmu dan teknologi instruksional.
Pendidikan secara metodologis merupakan serangkaian proses berdasarkan kaidah-kaidah teknologis yang pertama-tama dideteksi inputnya lebih dahulu,; apakah sesuai dengan produk yang hendak dicapai, kemudian disiapkan seperangkat instrument untuk memproses input tersebut, seefektif mungkin, dan terakhir adalah produk kependidikan yang diharapkan bermutu sesuai yang direncanakan. 
Jadi jelaslah bahwa suatu jenis metoda yang efektif dan efesien yang direncanakan oleh kaum teknolog didasarkan atas pola dan mekanisme mesin-mesin yang pada dasarnya bekerja sesuai dengan cara bekerjanya Servo Mekanisme dari Rosenblueth, yang diterapkan dalam mekanisme peluru kendali.
Umat islam dapat mendapatkan pola-pola atau model-model metodologis melalui pertama-tama menelaah sumber-sumber pokok ajaran islam, kemudian praktek-praktek para ulama atau ahli pikir dan pelaksana kependidikan yang pada dasarnya disesuaikan atas perkembangan jiwa peserta didik yang berlangsung setingkat demi setingkat, yang pernah ia terapkan oleh ulama, pemikir dan praktisi (guru) dalam dunia pendidikan islam. Pendekatan-pendekatan religious, scientific yang semakin meningkat kepada filosofi-scientifik seperti yang pernah dipraktekkan oleh Ibnu Sina dalam mendidik calon dokter di RS. Bimuristan, adalah sesuai dengan psikologi pendidikan saat ini. Demikian pula metode pembiasan dan latihan menurut Al-Gozaly bagi anak-anak, adalah terbukti efektif. Begitu pula metode situasional dan uswatun hasanah.
Maka disinilah peran para pendidik islam amat penting dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan islam harus dilaksanakan oleh para pendidik yang professional karena memang sejalan dengan sabda Rasulullah s.a.w. sebagai berikut:
ﺍﺬ ﺍ ﻮ ﺴﺪ ﺍﻻ ﻤﺮ ﺍﻠﻰﻏﻴﺮﺍ ﻫﻠﻪ ﻓﺎ ﻨﺘﻈﺮﺍ ﻠﺴﺎﻋﺔ
“Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah akan saat kehancurannya” (na’udzu billahi min dzalik).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories