Rabu, 22 Februari 2012

Sistem Dan Metode Pendidikan Pada Pondok Pesantren



A.  Pengertian Sistem Pendekatan dalam Pengajaran Agama di Pondok Pesantren
Pengertian “sistem” bisa diberikan terhadap suatu perangkat atau mekanisme yang terdiri dari bagian-bagian di mana stu sama lain saling berhubungan dan saling memperkuat. Dengan demikian sistem adalah suatu sarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Bila kita mempergunakan istilah “Sistem pendidikan dan pengajaran Pondok Pesantren“ maka tak lain yang dimaksud adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang berlangsung dalam pondok pesantren itu. Sedangkan bila kita mempergunakan istilah “Sistem (“Susteem” dalam bahasa Belanda) pendekatan” tentang metode pengajaran Agama Islam di Indonesia, maka tak lain pengertiannya adalah “cara pendekatan dan cara penyampaian ajaran Agama Islam di Indonesia” di mana Scopenya yang luas, tidak hanya berbatas pada Pondok Pesantren, akan tetapi mencakup lembaga-lembaga pendidikan formal, baik Madrasah maupun sekolah umum dan non formal seperti Pondok Pesantren.
Oleh karena itu menciptakan suatu sistem/metode biasanya dikaji dan disesuaikan dengan kemungkinan dapat tidaknya dipergunakan untk mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan.
Khusus dalam dunia pendidikan Indonesia, tujuan-tujuan pendidikan yang hendak dicapai dengan sistem atau metode didasarkan atas kategori-kategori pemikiran sebagai berikut:
a)    Tujuan Pendidikan Nasional.
b)    Tujuan Institusional.
c)    Tujuan Kurikuler.
d)    Tujuan Instruksional umum dan khusus.

B.  Metode Penyampaian dalam Pengajaran Agama di Pondok Pesantren
Dalam rangka/usaha mencapai tujuan tersebut (TIU dan TIK) diperlukan suatu metode yang sangat operasional pula yaitu metode penyajian materi pendidikan dan pengajaran yang menyangkut pendidikan agama islam dan keterampilan di lembaga pendidikan Pondok Pesantren tersebut.
Di lingkungan Pondok Pesantren di mana pendidikan/pengajaran dititikberatkan pada pengembangan jiwa beragama dan ilmu agama, sedangkan pengetahuan lainnya seperti keterampilan dan sebagainya hanya sebagai pelengkap, maka sudah barang tentu pusat perhatian para pendidiknya/ pengajarnya lebih banyak tertuju kepada ilmu agama dalam pengertian normative/legalitas.
Dengan memperhatikan fungsi dan peranan Pondok Pesantren yang sangat penting dalam pembangunan, maka pondok Pesantren sebagai lembaga Pendidikan Agama Islam akan lebih mampu berperan apabila sistem dan metode pendidikan/pengajarannya dapat dikaitkan dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan/teknologi modern serta tuntutan dinamika masyarakat.
Untuk itu perlu diintrodusir sistem dan metode yang efektif dan efisien baik diukur menurut lamanya waktu, tempat/lingkungan, pengembangan sikap dan kemampuan kreativitas serta budi luhur sesuai dengan ajaran agama dan aspirasi nasional.
Dalam hubungan ini maka dalam melaksanakan pendidikan/ pengajaran perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.    Mengadakan pengelompokan santri menurut tingkatan usia yang mendapatkan pendidikan/pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan psikologisnya.
2.    Membentuk group diskusi di kalangan santri yang taraf ilmu pengetahuan dan taraf usianya sama. Berilah problem-problem sosial yang ada kaitannya dengan pelajaran agama dan sebagainya.
3.    Mengaitkan pelajaran agama dengan ilmu pengetahuan popular, misalnya dengan kemajuan teknologi ruang angkasa yang sudah mencapai bulan dan planet-planet lainnya dan sebagainya.
4.    Orientasi pendidikan/pengajaran kepada kemanfaatan hidup manusia dalam masyarakat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu yang berfalsafah Pancasila.
5.    Memberikan pendidikan/pengajaran yang mendorong berpikir luas/kreatif, dan tidak eksklusif dalam masyarakat.
6.    Mengajarkan bahasa Arab dan lain-lain dengan metode yang lebih efektif, misalnya: metode SAS (Strukturalistik, Analitik, Sintetik).
7.    Sering mengadakan kuliah kerja dalam masyarakat.
C.  Sistem Pendekatan Metodologis di Pondok Pesantren
Sistem pendekatan metodologis yang perlu mendapatkan perhatian dari para pendidik juga di Pondok Pesantren adalah bilamana didasarkan atas disiplin ilmu sosial sekurang-kurangnya meliputi:
1.    Pendekatan psikologis
2.    Pendekatan sosial cultural
3.    Pendekatan religik
4.    Pendekatan historis
5.    Pendekatan komparatif
6.    Pendekatan filosofis

D.  Prinsip-prinsip Umum dalam Proses Belajar dan Mengajar Agama di Pondok Pesantren
Bertitik tolak dari sistem pendekatan tersebut di atas maka dalam proses belajar dan mengajar di lembaga pendidikan termasuk Pondok Pesantren prinsip-prinsip umum belajar dan motivasi perlu ditetapkan yaitu:
1.    Prinsip kebermaknaan.
2.    Prinsip masyarakat.
3.    Prinsip memberi model.
4.    Prinsip komunikasi terbuka.
5.    Prinsip kebaruan.
6.    Prinsip praktek aktif.
7.    Prinsip praktek terbuka.
8.    Prinsip kondisi dan konsekuensi-konsekuensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Yahoo News: Top Stories